ariefwibowo.net, Tangerang (27/03) – Arus pendatang ke Kota Tangerang meningkat pasca Lebaran. DPRD minta RT RW aktif mendata untuk menjaga kondusivitas.

Pasca Lebaran Kota Tangerang Kebanjiran Pendatang, Begini Himbauan Arief Wibowo - Arief Wibowo Dewan Tangerang

Pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, arus pendatang meningkat di Kota Tangerang. Fenomena ini menjadi tren tahunan setelah perayaan Lebaran di berbagai daerah.

Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, meminta RT dan RW aktif mendata pendatang.

Pendataan dinilai penting untuk menjaga ketertiban dan stabilitas lingkungan masyarakat.

Arief menekankan pentingnya kesadaran pendatang untuk melapor kepada pengurus lingkungan setempat.

“Pendataan pendatang pasca Lebaran harus dilakukan secara aktif oleh RT dan RW,” ujar Arief, Jumat (27/3/2026).

Ia menilai data kependudukan akurat menjadi dasar pemetaan oleh pemerintah daerah. “Kami mendorong pendatang menjalankan kewajiban lapor agar terdata dengan baik,” katanya.

Arief juga mengingatkan pentingnya rencana jelas bagi para pendatang di Kota Tangerang.

Pendatang diminta memiliki tujuan, baik menetap permanen maupun sementara. Hal ini berkaitan dengan pengurusan administrasi kependudukan secara resmi.

Menurut Arief, pendatang tanpa rencana berpotensi menjadi beban sosial daerah.

“Pendatang tanpa keterampilan dan rencana jelas bisa menjadi persoalan baru,” ujarnya.

Ia menyarankan pendatang yang menetap segera mengurus perpindahan dokumen kependudukan.

Dokumen tersebut meliputi KTP dan KK agar resmi menjadi warga Kota Tangerang.

“Dengan status resmi, mereka bisa mendapatkan layanan publik secara optimal,” katanya.

Arief juga menekankan pentingnya edukasi keterampilan bagi pendatang baru. Langkah ini dinilai penting agar kehadiran mereka memberi dampak positif bagi daerah.

Selain itu, ia mengusulkan strategi menekan laju urbanisasi yang tidak terkendali. Pemkot Tangerang diminta memetakan daerah asal pendatang terbanyak.

“Kerja sama dengan daerah asal perlu dibangun untuk menciptakan peluang kerja lokal,” ujarnya.

Ia mencontohkan kolaborasi dengan daerah sentra pertanian sebagai solusi alternatif. Menurutnya, daerah asal dapat mengembangkan pusat produksi untuk menyerap tenaga kerja.

Hasil produksi tersebut dapat dipasok ke Kota Tangerang dengan harga kompetitif. “Kolaborasi ini menguntungkan kedua daerah dan mengurangi urbanisasi,” jelasnya.

Ia menilai langkah tersebut sebagai solusi saling menguntungkan bagi kedua pihak.

“Koordinasi lintas daerah perlu diperkuat bersama pemerintah provinsi,” pungkas Arief.

Sumber : https://aktualtangerang.com/news/pasca-lebaran-tangerang-kebanjiran-pendatang/

Arief Wibowo Dewan Tangerang


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *