ariefwibowo.net, Tangerang (28/09) – Rencana pemisahan Dinas Pemadam Kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mulai menemukan titik terang.

Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, Arief Wibowo mengatakan, pihaknya tengah mengimplementasikan alokasi anggaran dari semula hanya untuk satu menjadi dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berbeda.
Pasalnya pemisahan dua OPD vital pada lingkup Pemerintah Kota Tangerang itu diupayakan terwujud dengan menerapkan kebijakan efisiensi anggaran yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Komitmennya anggaran itu tetap efektif dan efisien, nanti coba dianalisa kembali, tapi intinya kami tidak ingin ada kenaikan anggaran yang signifikan karena secara Sumber Daya Manusia atau SDM juga hanya rekomposisi personel saja,” ujar Arief saat diwawancarai TribunTangerang.com, Senin (28/9/2026).
Kemudian Arief menjelaskan, rencana pemecahan BPBD dengan pemadam kebakaran itu telah masuk ke dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Kota Tangerang.
Untuk menggodok regulasi yang dibutuhkan, DPRD Kota Tangerang pun menggandeng Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Banten demi berkonsultasi lebih lanjut mewujudkan rencana itu.
“Pemisahan Damkar dari BPPD ini bagian dari raperda perubahan SOTK yang ditargetkan berjalan tahun ini, tapi kaitan dengan raperda fasilitasi itu perlu adanya proses harmonisasi dan konsultasi dengan kanwil hukum,” ungkapnya.
Menurut dia, pemisahan kedinasan itu mampu membuat setiap OPD menjadi lebih fokus menghadapi kondisi darurat yang terjadi secara bersamaan.
Terlebih cakupan penanganan kebencanaan dinilainya sangat luas dan beragam seperti bencana alam hingga peristiwa darurat di luar faktor alam.
Sementara itu Pemadam Kebakaran Kota Tangerang tengah dikenal tidak hanya menangani amukan si jago merah saja, namun turut menangani laporan warga dalam berbagai kondisi kedaruratan.
“Bagi saya dengan pemisahan ini akan ada fokus kerja dari masing-masing OPD, manakala terjadi kebencanaan yang sifatnya paralel dengan kategori yang berbeda di luar kebakaran,” ucapnya.
“Dan perlu dicatat, damkar itu bukan hanya menangani kebakaran saja sekarang tapi ada kondisi darurat seperti kaki anak nyangkut di selokan air, cincin tertelan anak sampai evakuasi ular berbisa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk mencari solusi atas kebutuhan SDM pascapemisahan BPBD dan pemadam kebakaran.
Terlebih secara umum sarana dan prasarana kedua instansi tersebut telah memadai untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.
“Kebutuhan SDM akan kami bahas bersama BKPSDM, Bagian Organisasi, dan BPKAD untuk mencari solusi terbaik, apapun ketentuan regulasinya, tentu akan kami laksanakan,” kata dia.
Arief Wibowo Dewan Pilihan Tangerang
Ikuti juga channel media saya
Instagram : https://www.instagram.com/ariefwibowo83
TikTok : https://www.tiktok.com/@ariefwibowo.83
Facebook : https://www.facebook.com/bang.ariefwibowo
Youtube : https://www.youtube.com/@TalkArief
Saluran WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029VbAVBl5GzzKZL3H8JS2E
0 Comments