ariefwibowo.net, Tangerang, (16/07) – Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, menghadiri agenda penguatan dan sosialisasi penanganan stunting melalui program intervensi spesifik di Kecamatan Karawaci. Kegiatan ini digelar bersama Dinas Kesehatan dan melibatkan Kader Posyandu, Kader Srikandi, Ketua RT dan RW, Ibu-ibu PKK, serta unsur pemerintahan setempat, termasuk Camat Karawaci dan jajarannya.

Arief Wibowo Dorong Kolaborasi Menyeluruh Atasi Stunting di Kota Tangerang

Arief menekankan bahwa masalah stunting tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan merupakan hasil dari sebuah proses panjang yang dimulai sejak masa remaja hingga kehamilan dan 1000 hari pertama kehidupan anak. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Stunting tidak hanya soal kemiskinan atau ketidakmampuan ekonomi, tapi juga akibat dari rendahnya literasi gizi dan pola hidup sehat,” tegas Arief.

Ia menyoroti bahwa intervensi jangka pendek yang dilakukan pemerintah perlu terus diperkuat, terutama melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, dan Dinas Pendidikan. Ketahanan keluarga, menurutnya, adalah poros utama dalam memutus mata rantai stunting.

Data terbaru per Juni 2025 mencatat bahwa terdapat 3.841 balita stunting di Kota Tangerang, dengan jumlah tertinggi berada di Kecamatan Karawaci. “Ini harus menjadi perhatian serius. Kota Tangerang harus mampu melahirkan generasi unggul yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual,” ujar Arief.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut terlibat aktif dalam mencegah dan menanggulangi stunting. Dari sisi pendidikan, Arief mengusulkan perlunya intervensi berbasis budaya dan literasi sejak usia dini, guna membangun pemahaman anak tentang pentingnya pola makan dan gaya hidup sehat sebagai keterampilan hidup dasar.

“Saya optimis, jika pendekatan ini dilakukan secara disiplin dan menyeluruh—mulai dari posyandu sebagai screening awal, puskesmas sebagai penanganan lanjutan, hingga rumah sakit sebagai intervensi akhir—kita bisa menekan angka stunting secara signifikan,” kata Arief.

Di akhir pemaparannya, Arief menyampaikan harapan agar kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah sebagai penggerak dan pemimpin dalam orkestrasi upaya pengentasan stunting.

“Mari kita hadirkan perubahan nyata. Kota Tangerang harus menjadi kota tanpa stunting. Bukan hanya hari ini, tapi juga untuk generasi masa depan,” tutupnya

Arief Wibowo Dewan Pilihan Warga Tangerang


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *