ariefwibowo.net, Tangerang (30/07) – Kalangan DPRD Kota Tangerang menuding infrastruktur RSUD Benda di­buat asal-asalan. Ini ber­da­sarkan temuan Dewan saat melakukan inspeksi mendadak ke­ fasilitas kesehatan itu.

Juru bicara Fraksi Partai Ke­adilan Sejahtera (PKS), Fred­yanto, bahkan menyampaikan temuan itu dalam rapat Pari­purna Penyampaian Panda­ngan Umum Fraksi terkait penjelasan Wali kota Tange­rang mengenai Raperda ten­tang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, Selasa (29/7).

Menurut Fredyanto, saat Si­dak ke RSUD Benda, yang berlokasi di Kelurahan Juru­mudi, Keca­matan Benda, pi­­hak­nya mene­mukan infra­struktur RSUD se­perti dibuat asal-asalan. Baik tata ruang, sarana utilitas, drai­nase. Hal ini menyebabkan alat medis yang baru dibeli tidak bisa digunakan lantaran ruang­annya tidak mendukung. 

Bahkan, kata dia, beberapa ruangan terlihat seperti ba­ngu­nan belum tuntas diker­jakan, seperti bagian atap pla­fon.

Untuk itu, kata Fredyanto, Fraksi PKS mendesak agar Pemkot Tangerang melalui dinas terkait segera mem­be­nahi dan mengoptimalkan kondisi infrastruktur RSUD Benda tersebut. 

Sebab, RSUD merupakan sarana layanan publik bidang kesehatan yang harus mem­berikan kenyamanan dan ke­amanan.

”Pembenahan infrastruktur RSUD ini harus menjadi prio­ritas, karena sebuah kewajiban pemerintah dalam mem­be­rikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara optimal dan harus membe­rikan keamanan dan kenya­manannya,” tegas Fredyanto.

Sementara itu, Wakil Ketua II, Arief Wibowo mengatakan, RSUD Benda telah diresmikan pada Februari 2025. Namun, masih menyimpan sejumlah persoalan mendasar yang meng­hambat operasional pe­layanan kesehatan. 

Saat sidak, pihaknya banyak menemukan infrastruktur ba­ngunan RSUD yang sangat memperihatinkan.

“Kami menemukan bahwa banyak fasilitas dasar yang belum siap. Ini tentu menge­cewakan mengingat rumah sakit ini sudah diresmikan dan diharapkan segera bisa melayani masyarakat,” ujar Arief.

Arief Menandaskan, salah satu temuan paling krusial adalah belum dilakukannya uji fungsi sistem pemadam kebakaran atau hidran. Pada­hal, aspek ini sangat vital da­lam memastikan kesiapan menghadapi kondisi darurat.

Beberapa temuan yang mem­buatnya miris, kata Arief, pe­nempatan panel listrik uta­ma yang dinilai sangat mem­bahayakan lantaran terlalu dekat dengan saluran air yang bocor. Hal ini dapat menim­bulkan potensi korsleting dan menjadi penyebab kebakaran.

”Ini sangat berisiko  jika hal ini tidak segera ditangan. Panel listrik itu harus dipindahkan,” ungkap Arief.

Kemudian, beberapa ruang tidak dapat digunakan secara maksimal lataran pipa AC atau alat penyejuk udara rua­ngan pasien yang bocor. Bo­cornya pipa pendingin udara. Hal ini tidak memberikan ke­nyamanan bagi pasien.

”Bocornya pipa AC itu me­nimbulkan rembesan pada plafon. Karena ada kita  petu­gas langsung mematikannya,” papar Arief.

Tak hanya itu, ruang operasi dan ruang hemodialisa (cuci darah) juga belum dapat di­fungsikan lantaran atap yang masih bocor meskipun alat-alat medis sudah tersedia. ”Duh miris dah kita melihat­nya,” tegas Arief.

Terlebih, di ruang penyimpa­nan obat dan peralatan medis, pihaknya menemukan ruang yang sangat terbatas dan be­lum layak untuk mendukung kebu­tu­han pelayanan rumah sakit. 

Menurutnya, sarana kebu­tuhan yang mendasar seha­rusnya sudah terpenuhi jauh hari sebelum RSUD tersebut diresmikan.

”Bahkan, kita tidak ada ruang pertemuan untuk kapasitas 100 orang pegawai untuk rapat koordinasi harian,” katanya.

Dia menyebut, pentingnya fungsi pengawasan DPRD ter­hadap realisasi program layanan publik. Dia mene­kan­kan bahwa RSUD Benda tidak hanya harus berdiri secara fisik, tetapi juga ber­fungsi pe­nuh untuk melayani masya­rakat dengan standar keseha­tan yang layak dan manusiawi.

Dia menambahkan, dalam aspek Sumber Daya Manusia (SDM), sebagian besar tenaga kesehatan di RSUD Benda masih merupakan tenaga alih dari RSUD lain. Menurut Arief, keberadaan dokter spesialis anak harus menjadi prioritas, mengingat pentingnya pena­nganan stunting di sekitar wi­layah Kecamatan Benda, Batuceper, dan Neglasari.

“Dengan hadirnya poli anak, RSUD Benda bisa menjadi garda terdepan dalam pena­nganan stunting, terutama di wilayah sekitar Bandara,” ujarnya.

Arief Menandaskan, melihat banyaknya permasalahan yang ditemukan di RSUD Ben­da, Dia mendorong Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) serta pihak mana­jemen RSUD Benda untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh. Selain itu, pihak manajemen melakukan inven­tarisasi kebutuhan secara me­nyeluruh, mulai dari infra­struktur hingga SDM. 

“Kami ingin Kota Tangerang memiliki layanan kesehatan yang benar-benar memadai, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Ini juga bagian dari pembuktian komitmen Pemk­ot Tangerang kepada masya­rakat,” ujar Arief.

”Kami siap mengawal dan mengusulkan  ke badan ang­garan DPRD, agar bisa dima­sukkan dalam prioritas pem­biayaan. Kami menargetkan RSUD Benda tersebut naik kelas dari tipe D ke tipe C, dan RSUD Modernland naik dari tipe C ke tipe B,” pung­kasnya.

“Kita akan terus kawal agar RSUD Benda segera beroperasi sepenuhnya dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Tangerang,” tutupnya.

Sumber : https://tangerangekspres.disway.id/read/32073/dinilai-banyak-sarpas-tak-layak-dewan-tuding-rsud-benda-dibuat-asal-asalan

Arief Wibowo Dewan Pilihan Tangerang


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *