ariefwibowo.net, Tangerang (02/09) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang mendesak pemerintah kota agar meninggalkan kebiasaan lama dalam mematok target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya berpatokan pada angka realisasi tahun sebelumnya. Kebijakan fiskal daerah dinilai harus dirombak total dengan mengandalkan kajian potensi riil yang valid, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel demi memperkuat kemandirian keuangan daerah.

Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, mengatakan perubahan pola tersebut penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah. Terlebih, pemerintah daerah saat ini menghadapi kebijakan efisiensi yang berdampak pada transfer ke daerah, sementara kebutuhan belanja pemerintahan terus meningkat.
“Waktu pembahasan KUA-PPAS, kami sudah menekankan bahwa kita sudah harus mulai mengubah cara pandang terhadap penentuan target PAD. Dari yang sebelumnya hanya berpatokan kepada realisasi PAD tahun-tahun sebelumnya, dengan melakukan kajian untuk menentukan secara valid, akurat, dan akuntabel, sebenarnya potensi PAD kita itu ada di angka berapa,” ujar Arief saat diwawancarai Tangerang Ekspres di ruang dinasnya, Rabu (2/9).
Menurutnya, kajian potensi PAD harus dilanjutkan dengan pemetaan dan analisis untuk mengetahui berbagai persoalan yang menjadi hambatan dalam mengoptimalkan pendapatan daerah. Dari hasil kajian tersebut, kata Arief, pemerintah dapat menyusun langkah strategis sekaligus roadmap peningkatan PAD secara bertahap dan berkelanjutan.
“Untuk mencapai level potensi maksimal tersebut, apa saja yang harus kita lakukan? Dan itu kemudian dibuatkan rencana atau roadmap-nya, sehingga kita bisa punya tahapan yang jelas untuk meningkatkan kapasitas fiskal kita di tengah situasi efisiensi melalui pemangkasan transfer hari ini,” katanya.
Arief menilai, pendekatan konvensional dengan menjadikan realisasi tahun sebelumnya sebagai dasar utama penetapan target berpotensi membuat kemampuan fiskal daerah tidak berkembang secara maksimal.
“Kalau kita hanya menggunakan pendekatan konvensional tahun lalu realisasi berapa, itu jadi acuan untuk penentuan target tahun ini tanpa kemudian kita melakukan kajian secara akuntabel potensi kita sebenarnya di angka berapa, di level berapa, dan masalah kita untuk mencapai itu apa saja, saya kira nanti ke depan akan semakin berat beban fiskal kita,” tegasnya.
Ia menjelaskan, peningkatan kebutuhan belanja daerah harus diimbangi dengan kemampuan pendapatan yang semakin kuat. Sebab, ketika transfer dari pemerintah pusat mengalami efisiensi, daerah dituntut semakin mandiri dalam membiayai kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik.
Arief meyakini masih banyak sumber PAD di Kota Tangerang yang dapat dioptimalkan. Namun, persoalannya adalah belum semua sumber pendapatan tersebut memiliki kajian komprehensif mengenai besaran potensi maksimal yang dapat digali.
“Saya yakin masih banyak. Karena dari sekian banyak sumber Pendapatan Asli Daerah, yang sudah jelas kajiannya dan ada level angka yang bisa dipertanggungjawabkan secara akuntabel, itu menurut saya masih belum banyak,” ungkapnya.
Ia mencontohkan retribusi persampahan sebagai salah satu sektor yang perlu dikaji secara lebih serius. Pemerintah, menurutnya, perlu mengetahui secara pasti berapa potensi maksimal retribusi sampah yang dapat dihimpun dari seluruh wilayah Kota Tangerang.
Karena itu, DPRD mendorong agar kajian terhadap berbagai sumber PAD segera dilakukan. Hasil kajian tersebut nantinya tidak berhenti pada penentuan angka target, tetapi juga harus menjadi dasar penyusunan strategi untuk mengatasi berbagai kendala dalam pencapaian potensi pendapatan daerah
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin juga mendorong lahirnya berbagai inovasi, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebagai upaya menjawab tantangan keuangan daerah di tengah adanya relaksasi dana transfer dari Pemerintah Pusat.
“Kita perlu mencermati kondisi keuangan daerah, terutama dampak relaksasi dana transfer Pemerintah Pusat pada Tahun 2026. Kondisi ini menuntut pemerintah kota untuk terus berinovasi dalam menggali dan mengoptimalkan potensi PAD secara berkelanjutan,” jelas Sachrudin.
Arief Wibowo Dewan Pilihan Tangerang
Ikuti juga channel media saya
Instagram : https://www.instagram.com/ariefwibowo83
TikTok : https://www.tiktok.com/@ariefwibowo.83
Facebook : https://www.facebook.com/bang.ariefwibowo
Youtube : https://www.youtube.com/@TalkArief
Saluran WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029VbAVBl5GzzKZL3H8JS2E
0 Comments